Sewa guna usaha /leasing

Sewa guna usaha /leasing
Pengertian
Istil leasing sebnarya basal dari kata lease yang berarti sewa menyewa,karena memang dasarnya lesaeng aalah sewa menyewa
Jadi leseing merupakan uatu bentuk dari derivaif dari sewa menyewa, tetapi dalam dunia bosnis berkembang sewa menyewa dalam bentuk khusus yang di sebut leasing atau lease
Dan telah berubah menjai salah satu jenis pembiyanyaan.dalam bahas Indonesia leasing sering I istilahkan denga sewa gua usaha.
Leasing memberikan kemudahan di karenakan sebagai salah satu alternatif pembiyayan melalui pinjaman bank.
Ketentuan dsar hokum dari leasing ini tertera dalam pasal 1319” semua perjajina abaik yang memunya nama khusus maupun tidak terkenal dengan suatu nama tertentu unduk dalam suatu peraturan umum yang termuat dalam bab ini dan bab yang lalu.
Sementara iu yang diamakan erusahn sewa guna usaha (lesing copany) sesuai dengan ketenuan asal 1 ayat 9 keptusan prsiden republic indoesia no61 taun 1988 adalah: badan usaha yang melkukan usaha pembiayaan daam bentuk penyeiaan barang atau modal secara finace lease maupun operting lease untuk diu pergunakan oleh penyewa guna usaha selama jangka waktu terentu berdasakan pembayaran jangaka waktu berkala”
Istilah yang di pergunakana dlam transaksi sewa guna usaha di Indonesia:
a. lessor adalah perusahaan pembiayaan atau perusahaan sewa guna usaha yang telah memperoleh ijin usaha da ri mentu keuangan dan melaukan sewa guna usha.
b. lesse perrusahan atau peroanga yang engunakan jasa dari lessor.
c. Pembayaran sewa guna usaha (lease payen) uang ayang di ayar secara berkala oleh lease kepd lessor selam jangka waktu yang telah di seujui besama .
d. Puitang sewa guyna usaha (leaserceivable) jumlah seluruh sewa guna usaha se3alam sewa guna usaha.
e. Haga erolehn (acwquesition cost) haa beli barang modal dilease di tambah dengan biaya langsung.
f. Nilai pembiaaan . pembiaan untuk pengadan barang modal yang di keluarkan oleh leassor.
g. Angsuan pokok pembiayan . pembayaran sewa guna usha yang memperhitungkan sebagai pelunasah atas nilai pembiaaan .
h. Imbalan jas aas sew guna usaha.bagian bagi pembayar sewa guna usaha yang diperhitungkan sebagai pendpatan sewa guna usaha leassor.
i. Nilai sisa (residual value) nilai baranbg modal pad akhir masa sewwa guna usaha yang I disepakai oleh lessor denga lesse pada awal sewa gunha usaha.
j. Simpan jaminan (securiy depositi) ju,lah uang yang sebaigia jaminan untuk kelancaan pembayaran lesse.
k. Masa sewa guna usaha (leasse tem0 jangka wku sew guna usaha yang di mulai semenjak di terimanya barang modal yang di sewa guna usaha oleh lasse sampai perjajian sewa guna usaha berakhir.
l. Masa sewa guna usaha ertama . jangka waktu masa sewa barang modal untuk transksi sewa guna usaha yang perama kali.
m. Opsi. Hak lease unuk membeli barang modal yang disewagunausahakan atau memperanjang jangka waku sewa guna usaha

Jenis jenis leasing
Bedaskan isis pasal 1 butir a dan pasal 1 keputusan mentri keiangan republic idonesia nomor:1169/kmk.01/1991,
a. finance leasing (sewa guna usaha dengan hak opsi) adalh suau benuk cara p-embiayaan diaman lesssor mendapat hak milik atas beda bergerak au benda tidak bergerk ayng kemudian di serahkan untuk di pakai lesse, untuk sau jangka waku ayang maksimum sama denga masa kegunaan ekonomis benda yang bersangkutan dan sebaliknya lesse, berkewajiban membayar kepada leor, selluruh biaya lessor unutk medaakan barang tersebuat, diambah denga onkos onkos pembiaaan lessor dan keuntungn bagi lessor.
Finance lease seniri sebetulnya masih di bdaknmenjadi dua ,yaiu yang berbentuk direct leas dan sale and lease back.
b.operaing leas(sewa guna usaha tanpa opsi)
]dalah suatu bentuk pemberian jsa dimana lessor mmberikan suatu barang operting lease bergerak atau barang tidak bergerak , kemudian menyerahkan ya pada lesse untuk dipakai dengan jangka waktu yang lebih pendek dari mas kegunaan ekonbomis barangt te4sebut atau maksimum sepanjang mas kegunan barang yang bersangkutan , dan sebagai imbalan s\leasse wajib membayar kepada lessor suatu imblan berkala
Selain jenis jenis lesing di ats tedapat juga jenis jenis lain ayangsering di pergunakan dalam perjanjian leasseng ;
1. leverage lease, merupakan bentuk variasi dari leasing tetapi sebenarnya bentuk pembiayaan bagi lessor.
2. syndicate lease, sering terjadi diman beberpa poerusahan lesing bersama sama membiayai penyedian suatu objek leasing dan ekmudian bersama sama meng lease barng modal yang brsangkutan kepda leasse.
3. vendor lease,pihak leaseor mengilat kerjasama supplier/deler barang mdal tertentu yang bertindak sebagai pendor
objek dan subjek leaseing
dalam suatui perjanjian lesing pada dasarnya terdapat 3 pihak yang tertkait ,yaitu:
a. lessor 9perusahan leasing0sebagai pemilik barang atau yang menyewakan.
b. Leasse(perusahan /nasbah sebagai pemakai barang atau pihak penyewa
c. Supplier (vendor/leveransir) sebagai penjual barng , yang man setiap hak dan kewjiban dengan kepentin gn masing masing.
Bentuk dan isi kontrak lesing
Berdasrkan pasal 9 ayat 1 keputusan mntri keuang an niomor :1169/kmk.01/1991,
Apabila di tinjau dari sudut huku pembuktian yang berlaku di indonesi , pasal 1870 KUH perdata , bukti yang paliung kuat adala bukti akta otentiq. Pasal 1870 KUH perdata
Kewajiban dan hak lessor dan leasse
a.hakj lessor
1. mernerima sewa dai leasse.
2. melakukan penyesuaian jumlah angsuranh pokok pembiayaan .
3. mengakihiri aartau membatalkan kontrak sevara pihak.
4. menetapkan jaminan atau biaya leasing di muka
5. dapat memindahkan barang leasing tanpa ada ijin dri lease.
6. berhak ats ganti rugi asuransi.
7. berhak menahansemua barang leasing, jam,inam tambahan, dan bukti surat berharga lainya.
b.hak laesse
1. menerima barang leasing .
2. memepunyai hak opsi,
3. memakai barang leasing sesuao denghan kontrak yang di buat.
Kewjibanya:
1. membayar sewa barang leaseing.
2. membayar pajak.
3. melunasoi semua barang sewa , apabila leasse membeli barang leseeeing.
4. memanggunmg biaya dan onghkos biaya leassor yang dikelurkan karena dirugikan dilanggar atauiancam oleh leassor.
5. tidak diperkenankan untuk melakukan perubahan dan penukaran fungsi barang leasing
6. patut dn taat melaksanakan petunjuk pabrik barang leasing tetnag tata cara pemakain dak perawatan barang leasing.
7. memelihara dn memperbaiki barang leasing serta membagi semua bagian yang hilang atau rusak denga suku cadang baru.
8. menggung biaya asuransi.
9. menanggung biaya pengasilan dan biaya pengacara
10. biaya penagihan
11. biaya material

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s